Hari minggu atau libur, di berbagai tempat sering
dilaksanakan kerja bakti. Kerja bakti dapat berupa membersihkan lingkungan,
melancarkan aliran selokan atau got, merapikan tanaman, membetulkan penerangan
jalan, atau membangun fasilitas publik tertentu. Hal ini sangat positif,
lingkungan menjadi bersih, sehat dan terang.
Kerja bakti adalah salah satu wujud kehidupan
bertetangga. Ini dilakukan oleh lingkungan tetangga tertentu seperti yang
dilakukan oleh RT/RW. 003 Kelurahan Mangasa Kec Tamalate. Banyak kemuliaan
diperoleh dari kehidupan bertetangga, termasuk melalui kerja bakti ini.
Di lingkungan perkotaan atau perumahan, kerja
bakti bagi sebagian orang mungkin hal biasa. Ini yang membuat mereka tidak
tertarik datang, atau berpikir kurang memberi manfaat. Itu sebabnya mereka itu
berpikir mungkin ada hal lain yang lebih bermanfaat, misalnya mengisi waktu
dengan membaca, olahraga, nonton TV, berlibur atau acara keluarga.
Berbeda dengan kerja bakti di lingkungan RT/RW
003. Ada motivasi lain untuk mengikuti kerja bakti. Motivasi itu karena murni
ingin membantu lingkungan, atau untuk kegotongroyongan dan manfaat sosial.
Sisi Positif Kerja Bakti adalah Silaturahmi.
Mungkin saja antar tetangga tidak tersedia waktu cukup untuk bertemu. Kesibukan
kerja membuat silaturahmi tidak berjalan. Dengan kerja bakti, mereka jadi
saling bertemu dan mengetahui kabar masing-masing. Mengobrol tentang sekolah
anak, pekerjaan, atau tentang rencana atau ide ke depan terkait
lingkungan.
Justru mengobrol dan silaturahmi ini sering lebih
ramai dan menghibur, sambil memberi semangat untuk bekerja bakti. Sering ada
saja yang melontarkan candaan untuk membuat suasana segar. Hal ini menciptakan
rasa saling mengenal, kebersamaan dan kegotongroyongan.
Refreshing. Kesibukan kerja membuat kehidupan
seseorang monoton ngurusi kantor atau lingkungan kerja. Kerja bakti adalah
suasana santai, tanpa target, tanpa tuntutan tertentu. Ini adalah kehidupan
sosial yang lain, benar-benar untuk mewujudkan kehidupan bertetangga. Kerja
bakti perlu diberikan prioritas, agar orang memiliki variasi lingkungan.
Kerja bakti... nikmati saja, nggak usah dipikir.
Segera keluar rumah, pakai baju rumah sederhana dan topi, bawa sapu atau sabit.
Mau pakai sarung juga boleh, temui orang-orang sambil tersenyum. Nikmati
saja.
Ini refreshing yang murah meriah.
Pikiran akan menjadi sehat, karena melepaskan dari berbagai kehidupan rutin,
atau tekanan kehidupan. Oh ya jangan lupa bawa gadget. Boleh berfoto
sambil bekerja bakti. Kemudian upload di grup medsos warga RT /RW 003,
pasti anggota grup pada heboh. Ini pasti akan membuat lucu dan refresh.
Olahraga. Kerja bakti juga membuat badan
berkeringat. Ada kombinasi gerakan fisik, berjalan, mengangkat, mengayun, naik,
turun, atau menahan. Memang melelahkan, tetapi bagi saya ini sangat memuaskan
untuk membakar kalori seperti olahraga. Pekerjaan ini selama dua hingga tiga
jam bisa membakar kalori hingga 500 kalori.
Setiap orang perlu mencoba hal ini, sesuai dengan
kemampuan tanpa harus memaksa diri. Umumnya warga memilih kegiatan memangkas
tanaman, membersihkan, atau sekedar mengangkat tangga. Bila memang tidak mampu,
tidak kompeten atau tidak kuat, warga dapat berunding untuk diselesaikan oleh
tukang atau orang profesional.
Di sinilah antusias warga nampak. Karena ada warga
yang berprofesi sebagai kontraktor sipil, maka semua alat sipil tersedia, mulai
mobil pickup, chainsaw, atau tangga tinggi. Sementara yang bekerja
sebagai kontraktor listrik bisa menyumbangkan perlengkapan litrik. Untuk warga
yang menyumbang konsumsi juga jumlahnya berlebih, mulai nasi kuning, buah, kue
atau minuman.
Kerja bakti adalah salah satu bentuk dari
kehidupan bertetangga. Kepedulian seseorang dalam kerja bakti demikian terlihat
jelas dalam uraian di atas. Ada kebersamaan, silaturahmi, berbagi,
berkontribusi yang berorientasi sosial. Juga yang pasti adalah manfaat
kebersihan lingkungan, selain manfaat yang diperoleh secara individual.
Manfaat sosial lainnya adalah untuk meningkatkan
kewaspadaan sosial bertetangga. Silaturahmi dalam kerja bakti dapat memonitor
seseorang, misalnya sedang keluar kota, berhalangan atau sakit. Dengan demikian
warga dapat mengkondisikan, memberi bantuan atau pertolongan.
Khususnya di lingkungan kota, dengan kehidupan
modern yang makin individual, tidak jarang ada saja rumah tangga yang tidak mau
berinteraksi. Dalam banyak hal, tetangga yang tertutup ini memiliki masalah.
Melalui silaturahim hasil kerja bakti, dapat mendeteksi hal-hal yang mencurigakan,
kemiskinan, tindakan kriminal, atau gangguan sosial lainnya.
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan
hari akhir, maka jangan menyakiti tetangganya". (HR Bukhari)
“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah yang
terbaik di antara mereka terhadap sahabatnya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi
Allah adalah yang terbaik di antara mereka terhadap tetangganya.” (HR
Tirmidzi)
Penulis:
Iwansyah




0 Response to "Kerja Bakti, Wujud Kehidupan Bertetangga yang Perlu Diberdayakan"
Posting Komentar